Cerita di Balik Adan Pitu

Baca Juga

Berseliweran di medsos bahkan koran lokal seruan untuk melakukan Adan pitu di setiap masjid dan tajug. Gatal juga.

Adan pitu secara historis dari bacaan saya di beberapa manuskrip, setidaknya ada dalam dua naskah Babad Mertasinga tahun 1800an yang sudah dibukukan oleh Aman M. Wahjoe dan Sejarah Cerbon Akhir tahun 1926 salinan Akmad dari Gegesik yang babonnya naskah dari Kesultanan Kacirebonan. Mungkin di naskah lain juga ada. Mohon koreksinya jika saya salah baca.

Adan Pitu muncul sebagai bentuk penghormatan atas gugurnya tujuh orang pengurus masjid dalam upaya memadamkan api yang membakar masjid. Selain dari mereka yang gugur pada kejadian itu, turut gugur pula Nyai Mas Pakungwati, kala itu telah sepuh rela berkorban masuk ke dalam kobaran api.
Begitulah.

Jadi Adan Pitu merupakan penghormatan pada tujuh orang pahlawan ini. Lantas kenapa pula ada Adan kok ala koor Gereja?
Adan keroyokan macam boyband tidak hanya di Masjid Agung. Ada di Gunung Jati, Trusmi, Sitiwinangun Jamblang. Ada yang belum disebutkan? Mohon lengkapi.

Karena patut diingat masjid kuno di Jawa tidak mengenal menara sebagai tempat Modin atau Muazin Adzan. Kecuali masjid Kudus. Agar adzan gaungnya lebih membahana, maka jumlah Muazin diperbanyak. Mengingat teknologi pelantang suara belum ada.

Lantas pelajaran apa yang bisa kita ambil dari peristiwa itu dan implementasinya untuk pageblug Covid-19?

Mestinya kita menegakkan badan untuk melawan dengan seluruh potensi yang kita miliki. Jika anda dokter dan tenaga medis, berjuanglah di sana. Jika anda bukan selain dari itu, diamlah, termasuk diam berbagi hal unfaedah di medsos. Diam adalah emas. Diamlah Untuk mengurangi kemungkaran, untuk kemaslahatan, untuk kemanusian.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Kiai Abbas Buntet: Mursyid Dua Tarekat

Kiai Abbas adalah ulama, pengasuh Pesantren Buntet Cirebon, mursyid Tarekat Sattariyah, muqoddam Tarekat Tijaniyah, pejuang yang mempertahankan kemerdekaan Republik...

Sega Lengko

Sega lengko atau nasi lengko adalah makanan khas Cirebon berupa nasi yang disajikan lengkap dengan sambal kacang dan lauk sederhana. Bahan yang ditambahkan ke...

Menelisik Filsafat Pengetahuan Cirebon

Cirebon itu daerah “perawan” untuk kajian naskah kuno. Statemen itu penulis ingat pada tahun 2008 oleh seorang pakar kajian naskah kuno Nusantara. Kini, setelah...

Teboe Tjirebon Itam yang Legendaris

Pada 1830, Gubernur Hindia Belanda Johannes Graaf van De Bosch mengeluarkan kebijakan cultuurstelsel yang oleh sejarawan Indonesia disebut sistem tanam paksa. Setiap desa diwajibkan...

Nggulati Corona

Wa Talka lagi ngopi ning warunge Nok Nengsi. Ndadak ndadak Sinyo Joni anake Menir Caswad, bapa e Welanda, mbok e Karang Jengki Liwat. Kelawan cangkem...

Artikel Lainnya